Bagi sobat Techies yang hobi main game, pasti tidak asing lagi sama yang namanya steam. Steam adalah software distribusi game untuk berbagai platform yang dinaungi Valve.
Nah, kabar kali ini datang dari toko online game dan software yang satu ini. Kali ini, steam mengakui bahwa kerusakan pada server steam yang sempat aneh pada masa natal kemarin adalah akibat dari serangan para hacker yang sebelumnya telah mengacam untuk mematikan server steam dan minecraft selama natal.
Steam menegaskan bahwa serangan yang masuk ke server meraka berupa serangan DDoS (Distributed Denial of Service) sehingga server steam sempat down beberapa saat. Steam juga menjelaskan bahwa kerusakan yang lain merupakan kesalaha dari tim teknisi steam dalam usaha memperbaiki layanan.
Kerusakan yang terjadi berupa terbobolnya data sensitif seperti catatan transaksi dan data kartu kredit sehingga dapat diakses oleh pengguna steam yang berbeda. Jadi, beberapa pengguna sempat bingung karena data yang mereka lihat bukanlah data dari akun mereka.
Hal tersebut terjadi karena adanya kesalahan pada saat Steam akan me-restore data dari database steam, kesalahan tersebut berakibat pada data data yang tersemat tidak pada tempatnya.
Steam sendiri sudah beroperasi dengan normal hingga saat ini.
